Monday, May 16, 2011

Aneka Resep Makanan Berbahan Dasar Jamur

Jamur adalah salah satu makanan yang punya rasa khas, unik dan sedap dimasak apapun. Semua kumpulan resep ini adalah hasil pencarian di internet, semoga yang kami kumpulkan memudahkan dan manfaat. Ada sekitar 33 resep masakan dari jamur, saya kira sudah lebih dari cukup melelahkan jika dicoba semuanya : ) .
Daftar 33 resep masakan jamur antara lain sbb :
  1. Ayam Cah Jamur
  2. Tahu Jamur Masak Kecap
  3. Mie Ayam Jamur
  4. Tumis Kangkung Jamur Kancing
  5. Jamur Crispy
  6. Sate Jamur
  7. Resep Sup Jamur
  8. Resep Jamur Isi Goreng
  9. Resep Perkedel Jamur
  10. Resep Jamur Kriuk Keju Pedas
  11. Resep Lumpia Jamur
  12. Jamur Bakar Saus Tiram
  13. Resep Bakso Jamur
  14. TUMIS JAMUR CHAMPIGNON
  15. Jamur Goreng Asam Manis
  16. Bakso Ayam Jamur Kuping
  17. Resep Masakan Oseng Tempe Jamur
  18. Ikan Gulung Saus Jamur
  19. Kakap Saus Jamur
  20. Tumis jamur Cumi
  21. Salmon Roll Masak Jamur
  22. Resep Pepes Jamur
  23. Resep Kaserol Jamur
  24. Mie Soto Jamur
  25. Resep Jamur Kentucky
  26. Hati Tumis Jamur
  27. Otak-otak Pelepah Jamur
  28. Nasi Goreng Pattaya jamur Spesial
  29. Brokoli Saus Jamur
  30. Nasi Goreng Jamur Spesial Ala Hawaii
  31. Nasi Goreng Ayam Suwir Jamur
  32. Sosis Ayam Tumis Sayur Jamur
  33. Pagi Crepes Ayam Jamur

Silakan download resep detilnya

    Peluang Usaha Pembuatan Kerupuk Jamur Tiram

    Siapa yang tak kenal kerupuk……Makanan yang satu ini bisa dinikmati sebagai pendamping nasi ataupun sebagai kudapan sembari bersantai. Kalau selama ini kita hanya menikmati kerupuk yang bebahan dasar tepung , tapioka dengan tambahan ikan, udang ataupun bawang sebagai “penambah citra rasa” , maka kali ini kita bisa melirik Jamur Tiram sebagai alternatif citra rasa. Selain kandungan gizinya yang tinggi pembuatannya pun tidak terlalu sulit. Selamat mencoba…

    PEMBUATAN KERUPUK JAMUR

    Bahan yang digunakan adalah:
    1. Jamur Tram 1/2 kg
    2. Tepung tapioka 1/2 kg
    3. Telur bebek 2 butir
    4. Gula secukupnya
    5. Garam secukupnya
    6. Minyak goreng secukupnya
    7. Air (100 cc)
    8. Tali/benang, dan plastik.

    Peralatan yang digunakan adalah:
    1. kompor,
    2. dandang,
    3. baskom plastik, 4. talenan,
    5. pisau,
    6. cobek/penumbuk dan sealer.

    Proses Pembuatan
    1. Jamur dicuci hingga bersih
    2. Kukus atau rebus hingga matang
    3. Haluskan dengan gilingan daging atau ditumbuk
    4. Campur tepung tapioka dengan air sedikit demi sedikit, kemudian masukkan  jamur yang telah dihaluskan, telur bebek, gula dan garam, aduk dan uleni hingga kalis
    5. Masukkan adonan ke dalam plastik atau daun dengan diameter 2 cm dan ikat dengan tali/benang.
    6. kukus adonan hingga matang, angkat dan dinginkan
    7. iris tipis dan jemur hingga kering dengan menggunakan sinar
    matahari/mesin peering.
    8. kerupuk jamur kering siap dikemas dan dijual mentah. Atau digoreng dan dikemas kemudian dijual dalam bentuk matang.




    Sumber : Nur Hidayat, Laboratorium Bioindustri dan Pengolahan Limbah, 
                 Teknik Industri, Universitas Brawijaya

    Wednesday, March 16, 2011

    Hama dan Penyakit Pada Jamur Tiram dan Teknik Pencegahannya

    Jenis-jenis hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram diantaranya serangga, laba-laba, cacing, siput, rayap, jamur parasit dan saprofit, serta bakteri dan virus. Berikut cara pencegahannya :
    Pencegahan Hama
    1. Serangga
    Lalat dan nyamuk merupakan serangga yang banyak terdapat dalam kumbung yang tidak dipelihara dengan baik. Serangga biasanya masuk bersamaan dengan keluar masuknya pekerja, melalui ventilasi, atau melalui lubang-lubang kecil yang tidak terdeteksi. Kondisi yang lembab ditambah dengan aroma substrat/media log sangat disukai serangga-serangga ini yang akhirnya berkembang biak di dalam kumbung. Serangga akan meletakkan telur-telurnya pada media baglog. Setelah menetas, larva-larva yang tumbuh akan memakan miselium dan tubuh buah jamur tiram sehingga batang jamur tiram berlubang-lubang dan pertumbuhan tubuh buah jamur tiram menjadi terganggu (keriput). Setelah memasuki fase dewasa aktif (terbang) Serangga akan berpindah ke media log jamur yang masih sehat dan berkembang biak. Demikian seterusnya sehingga dalam periode tertentu bisa menyebabkan kerusakan yang cukup besar. Selain itu, serangga juga biasa berperan sebagai vektor/pembawa  penyakit/virus yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Beberapa jenis serangga yang dapat menularkan hama-penyakit pada kumbung jamur diantaranya
    • Licoriella spp
    lycoriella auripila
    • Megaselia spp
    megaselia
    • Lepidocyrtus spp
    lepydocertus
    Pencegahan terhadap serangan – serangga ini dapat dilakukan dengan cara memasang kawat kasa berukuran kecil pada bagian ventilasi dan memasang plastik bening pada bagian luar pintu untuk membiaskan cahaya sehingga serangga cenderung menghindar dan menjauh dari kumbung. Bila upaya ini masih kurang, maka dapat dilakukan upaya pengendalian serangga dengan cara memasang perangkap serangga di dalam kumbung berupa lem yang dioleskan secara merata pada lembaran kertas/plastik berwarna kuning.
    2. Laba-laba
    Laba-laba dapat memakan miselium dan tubuh buah jamur tiram. Selain itu, laba-laba juga dapat menyebarkan spora jamur pengganggu. Pencegahan dapat dilakukan dengan menebarkan serbuk kapur pada permukaan lantai dan dinding kumbung. Jika terdapat sarang laba-laba (biasanya terdapat di sela-sela baglog) maka harus segera dimusnahkan.
    3. Cacing
    Hama cacing ini biasanya memakan miselium sehingga dapat mengakibatkan jamur tidak tumbuh sama sekali/gagal tumbuh. Hama cacing sangat kecil (±1 mm) dan dapat berkembang biak dengan cepat. Pencegahan hama cacing dapat dilakukan melakukan proses sterilisasi dengan sempurna sehingga telur-telur cacing mati.
    4. Siput
    Ruang kumbung yang tidak bersih dan  lantai kumbung yang kotor dan becek seringkali mengundang kedatangan siput. Siput akan memakan tubuh buah jamur tiram yang baru tumbuh sehingga pertumbuhan jamur tiram menjadi tidak optimal/rusak. Salah satu cara alami untuk mencegah ataupun mengatasi serangan siput ialah dengan menyemprot  lantai kumbung dan rak dengan ekstrak jarak pagar.
    5. Rayap
    Mendeteksi kehadiran rayap relatif sulit dilakukan. Biasanya kita baru menyadari kehadiran rayap setelah melihat kerusakan yang ditimbulkannya. Rayap memakan zat yang terkandung di dalam kayu yaitu selulosa. Zat ini juga terdapat dalam media baglog jamur tiram sehingga kemungkinan kerusakan baglog juga cukup besar. Cara sederhana ialah dengan menyemprotkan zat kimia anti rayap. Cara alami yang bisa diupayakan yaitu dengan menggunakan ekstrak sereh yang disemprotkan ke bagian tanah atau bagian kumbung yang terkena serangan.
    Pencegahan Penyakit
    Penyakit pada jamur tiram biasanya disebabkan oleh fungi, kapang, bakteri ataupun virus. Jamur tiram atau baglog yang terserang penyakit biasanya ditandai dengan timbulnya noda-noda berwarna, berlendir, atau kerusakan fisik tubuh buah jamur tiram sehingga tidak dapat dipanen. Secara umum, timbulnya penyakit pada jamur ini disebabkan karena kurang sterilnya proses produksi mulai dari pembibitan hingga inkubasi.
    Beberapa jenis penyakit yang umum terdapat pada jamur tiram diantaranya :
    1. Trichoderma spp
    Trichoderma dapat menyebar melalui udara atau terbawa oleh pekerja. Ciri-ciri kontaminasi yang disebabkan oleh jamur ini adalah timbulnya bintik bintik atau noda hijau pada media baglog jamur tiram sehingga pertumbuhan miselium jamur tiram menjadi terhambat.Trichoderma biasanya banyak terdapat pada media log jamur yang telah mati atau pada permukaan tanah. Cara mengatasi masalah ini adalah dengan segera membuang media log jamur tiram yang telah terkontaminasi. Sedangkan pencegahannya dapat dilakukan dengan melakukan sterilisasi/desinfektasi tenaga kerja dan peralatan yang digunakan untuk perawatan kumbung.
    2. Mucor spp.
    Kontaminasi Mucor ditandai dengan timbulnya noda hitam pada permukaan media baglog. Kontaminasi ini menyebabkan adanya persaingan pertumbuhan Mucor dengan miselium jamur tiram. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah susunan baglog jamur dan mengatur /menurunkan suhu ruangan dengan membuka dan mengatur sirkulasi udara.
    3. Neurospora spp
    Neurospora dapat menghambat pertumbuhan miselium dan tubuh buah. Neurosporamenimbulkan tepung “orange” pada permukaan kapas penyumbat baglog. Pencegahan dilakukan dengan melakukan sterilisasi media baglog dengan sempurna dan mengurangi jumlah susunan baglog jamur tiram.
    4. Penicillium spp
    Kontaminasi Penicillium ditandai dengan tumbuhnya miselium berwarna coklat /merah tua. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan ruang inkubasi. Sedangkan untuk mengatasi agar serangan Penicillium tidak menyebar adalah dengan membuang media baglog yang terkontaminasi.

    Kandungan dan Manfaat Jamur Lingzhi, Shiitake dan Kuping

    Jamur Lingzhi

    lingzhi
    lingzhi
    atau Ganoderma Lucidum dijuluki sebagai raja herbal yang ajaib karena bersifat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
    Kaisar Shih Huang Ti (259 - 210 SM), pendiri tembok besar Cina, konon menggunakan Lingzhi sebagai obat untuk hidup abadi. Para herbalis Cina menyebut, jamur ini sudah digunakan untuk pengobatan sejak zaman kaisar Shen Nung (2737 SM).
    LIngzhi mengandung berbagai senyawa yang dibutuhkan manusia, senyawa tersebut terdiri dari : steroid, flavonoid, flukosa, saponin, kumarin, fenol, adenosin dan triterpenoid.
    Lingzhi memiliki khasiat :
    1. Mencegah pertumbuhan sel tumor
    2. Meningkatkan sistem kekebalan dan daya tahan tubuh
    3. Memulihkan fungsi pankreas
    4. Menjaga kerusakan sel.
    5. Membuang racun di dalam tubuh
    6. Menguatkan sistem Pencernaan
    7. Menghindari Alergi
    8. Menurunkan kolesterol
    9. Mengahaluskan kulit
    Jamur Shiitake
    shitake
    shitake
    Jamur shitake merupakan tumbuhan yang kaya protein dan sedikit berlemak serta mempunyai rasa yang manis. Perkiraan kandungan gizi jamur dalam 100 g berat kering, yaitu protein kasar 13,4-17,5%, lemak kasar 4,9-8,9%, karbohidrat total 67,5-78,0%, kalori 387-392%. selain lentinan, jamur shitake juga mengandung eritadenin, interferon, antioksidan, asam amino, sen, enzim dan khitin serta senyawa pensintesa interferon.
    Jamur shiitake berfungsi untuk :
    1. Menurunkan kadar kolesterol darah (sehingga meringankan kerja jantung dan bisa mengurangi diabetes).
    2. Menghambat pertumbuhan tuomor hingga 72-92%.
    3. Menetralkan pengaruh buruk akibat rokok dan alkohol.
    4. Menambah nafsu seksual
    5. Mempercepat penyembuhan setelah operasi
    6. Pencegahan anemia
    7. Memperlancar pembuluh darah
    8. Melancarkan pencernaan
    9. Melancarkan peredaran darah di wajah, sehingga pipi menjadi halus.
    10. Menghilangkan garis keriput di wajah.
    11. Mengencangkan kulit
    12. Memperbaiki kulit, rambut dan kuku
    Jamur Kuping
    jamur kuping
    jamur kuping
    Di awal musim penghujan, jamur ini sering ditemukan tumbuh di tanah pekarangan atau kayu yang telah mulai lapuk. Jamur ini dapat dimakan dan cukup dikenal di Indonesia.
    Jamur ini memnyai ciri khas, yaitu berupa segumpal massa yang terdiri atas bagian bawah untuk melekat dan bagian atas untuk menyimpan spora. Tubuh buahnya bertangkai pendek dengan bentuk seperti mangkuk beraturan.
    Jamur kuping bermanfaat untuk :
    1. Melancarkan peredaran darah, sehingga tidak terjadi pembekuan darah. (bukti : orang Cina khususnya yang tinggal di hongkonng banyak mengkonsumsi lemak hewan tetapi jarang yang terkena penyakit karena sering mengkonsumsi jamur kuping).
    2. Penawar racun ( Lendir yang keluar saat dimasak merupakan penawar racun terhadap residu pestisida, deterjen / logam berat).
    3. Penambah darah dan bisa menghentikan pendarahan akibat wasir
    4. Meningkatkan fungsin lambung dan usus.
    5. Mengeluarkan kolesterol dari tubuh.
    6. Menyembuhkan keputihan
    7. Meningkatkan stamina tubuh.
    8. Berfungsi untuk kecantikan (peremajaan kulit, menghilangkan flek-flek hitam, dan menghaluskan kulit).

    Menguak Rahasia Jamur Lingzhi

    Jamur kayu yang satu ini makin moncer namanya untuk pengobatan. Dihitung-hitung ia bisa menyembuhkan 150 jenis penyakit. Tak heran, di Cina ia dikenal sebagai pohon kehidupan.
    Jamur ini kerap disebut ling chih atau ling shi (ling zhi). Jamur ling zhi merupakan salah satu jenis jamur kayu dan telah dikenal sejak zaman Kaisar Shi Huang Ti (259-210 SM) di Tiongkok. Tak heran, mengingat jamur memang merupakan obat tradisional yang paling sering digunakan oleh masyarakat Tiongkok alias Cina. Bahkan merekalah pelopornya.
    Dalam penggunaan awalnya, jamur kayu ini lebih dikenal sebagai obat awet muda. Hal ini diawali dari keinginan Kaisar dari Dinasti Wei untuk mencari sari tanaman jamur ling zhi (jamur reishi), yang diberitakan ampuh sebagai elixir of immortality (jamur awet muda yang membuat orang tidak mati-mati).
    Si kaisar bahkan mengerahkan 3.000 prajurit dan perwira angkatan lautnya ke Jepang untuk memburu ling zhi Sejak itu, jamur ini menjadi jamu rutin kaisar. Bahkan tabib-tabib kerajaan memberikan ling zhi ini kepada selir-selir kaisar. Mereka yang mengonsumsi jamur ini secara teratur mengalami perubahan, yaitu warna mukanya menjadi lebih cerah, berseri, dan tampak lebih muda.
    Sejak itu banyak upaya untuk menggali khasiat ling zhi. Ia pun menjadi populer dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit ringan hingga ke penyakit yang boleh membawa maut seperti kanser. Ini telah menyebabkan masyarakat Cina menggelarkan ling zhi sebagai ‘Si Obat Dewa’.
    Menurut sejarah Cina, sebelum membuat Kaisar sibuk mencarinya, cendawan ini ditemukan oleh seorang petani yang bernama Seng Nong yang juga digelari ‘Petani Yang Suci’. Menurut Seng Nong, ling zhi merupakan tumbuhan yang telah dicoba olehnya untuk pengobatan. Ia pun membuat manuskrip yang berjudul Herbal Seng Nong Klasik yang menjadi material pengobatan Cina dewasa ini.
    Dalam manuskrip itu disebutkan ling zhi dapat mengembalikan tenaga hidup, meningkatkan energi, mengukuhkan otot dan tulang, melicinkan sendi-sendi, menajamkan intelektual, dan jika dimakan secara tetap dalam jangka waktu yang lama akan membantu untuk memperpanjang usia seseorang dalam hidup ini.
    Ginjal Normal
    Pada zaman dahulu masyarakat menggunakan kaidah tradisional dalam proses penyediaan ling zhi. Masyarakat Cina menggunakan cara merebus seperti halnya merebus herbal lain. Selain itu, mereka juga biasa menjadikan jamur ini serbuk, sehingga mudah dalam penggunaannya.
    Benarkah jamur yang satu ini menyebabkan awet muda? Salah satu pakar jamur dan herbalis yang memiliki klinik di bilangan Fatmawati Jakarta, Dr Johanes Hendriato menjelaskan. “Jamur yang berwarna merah hitam ini sejak dulu dipercaya sebagai pohon kehidupan untuk mempertahankan dan memperpanjang umur,” jelasnya.
    “Pemeriksaan-pemeriksaan dalam zaman modern ini menunjukkan bahwa ling zhisangat baik dalam mengembalikan tenaga hidup, menguatkan fisik, melancarkan aliran darah, meningkatkan daya tahan seseorang dari penyakit, dan merupakan sejenis tanaman obat yang tidak ada bandingannya. Ling zhi juga membantu mengatasi penyakit ginjal karena tidak hanya mengurangi proteinuria (adanya protein dalam urine karena kerusakan ginjal dan hypercholesterolemia/kadar kolesterol yang tinggi dalam darah), tapi bahkan membuat fungsi ginjal menjadi normal,”ujar Johanes Hendriato saat dihubungo via selulernya.
    Dalam bahasa latin ling zhi disebut ganoderma lucidium. Belakangan ditemukan berbagai kandungan ling zhi yakni polisakarida, adenosin, asam ganoderat, triterpenoid, peptidoglukan, fiber, protein, dan sejumlah vitamin seperti vitamin E, C, B3, B6, B12, dan mineral. “Menurut berbagai penelitian, jamur ling zhi mampu memperbaiki sistem kekebalan tubuh dari serangan penyakit, sehingga tubuh memperoleh daya tahan yang normal seperti sediakala dan meningkatkan kebugaran,”ujar Johanes.
    Bahkan penelitian ilmiah, sejak tahun 1950 sudah menguraikan berbagai macam khasiat dari berbagai macam bahan yang terkandung dalam jamur itu. Misalnya senyawa asam ganoderik, ganodermin dapat menurunkan kadar gula darah, sehingga sangat dianjurkan bagi penderita kencing manis.
    Beta-D glukan, glukorono-beta-D glukan, arabinoxylo-beta-D glukan serta senyawa lainnya dalam grup kompleks polisakarida dapat mencegah kanker, selain dapat merangsang pertumbuhan sel T, interleukin 2, pembunuh alami yang dapat menyerang dan menghancurkan sel terinfeksi.
    Jamur ling zhi juga dipercaya menurunkan tekanan darah, menurunkan kandungan kolesterol dalam darah, dan mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Bahkan mereka memakan jamur ini dipercaya bisa berumur panjang dan gairah seksnya meningkat.
    “Kini mengkonsumsi jamur ling zhi tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Tiongkok. Kebiasaan masyarakat Tiongkok yang sudah ribuan tahun itu sudah menyebar ke Jepang, Korea Selatan, Thailand, Mongolia, Kazakhstan, Rusia, Pakistan dan Turki. Bahkan masyarakat Tiongkok di kota-kota besar dunia seperti Amerika dan Eropa tidak kesulitan membeli jamur itu, karena tersedia di toko obat Cina atau rumah praktek sinshe. Demikian juga di Indonesia,”imbuh Johanes.
    Di abad ini, ling zhi telah diselidiki oleh negara-negara seperti Amerika, Jepang, Taiwan, Korea, Cina dan Kanada. Penelitian yang menghabiskan waktu puluhan tahun itu menemukan fakta bahwa ling zhi memiliki khasiat yang sangat luas sehingga dapat membantu dalam membantu proses penyembuhan sekitar 150 macam penyakit, antara lain: impotensi, stroke, diaabetes mellitus, tumor, hipoksia, kanker, hepatitis ABC, rematik, kolesterol, jantung, tekanan darah tinggi, wasir, migrain, ginjal, asma, hemorhoid, jerawat, insomnia, penyakit kulit dan carebomalacia.
    “Selain itu, ling zhi juga ampuh untuk gangguan yang dirasakan wanita seperti keputihan, dismenorea, menstrual cramps, menopause, bahkan kemandulan,”imbuhnya Johanes Hendriato.
    Konon, mengkonsumsi ling zhi tidak menyebabkan efek samping. Seperti pada kesaksian banyak orang, awalnya memang mengkonsumsi ling zhi menyebabkan rasa pening, kulit bermasalah, dan sembelit. Namun itu hanyalah tanda bahawa toksin telah dibersihkan dari badan. Apabila semua toksin dibersihkan dari badan, keadaan tersebut akan pulih dan tidak akan terasa lagi.

    Saturday, December 4, 2010

    Penyembuhan Dengan Jamur Lingzhi (Ganoderma Lucidum)


    Ganoderma yang telah dijuluki sebagai "Raja Herbal" telah diselimuti misteri dan kerahasiaan. Digambarkan sebagai Herbal Surgawi karena tidak adanya efek samping tanpa dosis dan penggunaan jangka panjang. Ini adalah obat semua penyakit dalam praktek medis dari orientasi. Ini juga diketahui sebagai anti-penuaan dan mungkin adalah rahasia kesehatan oriental dan umur panjang. Ilmu pengetahuan modern Barat sekarang telah mengidentifikasi lebih dari 280 bahan aktif yang memiliki sifat penyembuhan obat.

    Mengkonsumsi Ganoderma setiap hari membantu detoksifikasi tubuh, meremajakan sel-sel, menyeimbangkan fungsi berbagai organ dan membantu menghilangkan gangguan. Hal ini membantu dalam menghilangkan stres dan karena kandungan zatnya efektif dalam mencegah penyakit. Hal ini juga membantu tubuh dalam membangun sistem kekebalan tubuh sehingga membantu untuk menghindari penyakit.


    Pada tahun 1970-an tabir kerahasiaan mulai diangkat dengan berbagai penelitian mulai mempelajari sifat obat ganoderma. Penelitian terutama oleh Cina dan Jepang dan analisis dan percobaan klinis dilakukan oleh rumah sakit, kolase dan produsen farmasi, telah jelas mengidentifikasi khasiat yang luas dalam fungsi untuk kesehatan dari hampir setiap bagian dari tubuh.
    Ini benar-benar adalah obat keajaiban alam dengan sifat penyembuhan banyak. Ini adalah hemocatharsis, tekanan darah adjuster detoxificant, diuretik, pelindung hati, regulator usus, tonik cardio, tonik dingin, antitusif dan ekspektoran, obat penenang dan anti tumor agen. Hal ini dapat membantu metabolisme tubuh Anda, mencegah degenerasi jaringan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh tubuh dan membantu seseorang untuk menghilangkan virus berbahaya dalam tubuhnya.

    Ada banyak klaim di internet tentang kekuatan penyembuhan menakjubkan Ganoderma tetapi yang benar-benar harus mencari dan melakukan sedikit pencarian fakta sebelum mereka mengambil keputusan untuk mencoba Ganoderma. Sementara kita hanya mengetahui sedikit dari sifat ganoderma belum mencobanya. Rasakan khasiat Raja Herbal ini untuk kesehatan Anda.

    Tuesday, November 16, 2010

    Tips Memilih Bibit Yang Berkualitas

    Salah satu faktor penting yang menentukan kualitas baglog jamur tiram adalah kualitas dari bibit jamur tiram putih. Bibit jamur yang baik nantinya akan menurunkan miselium jamur secara cepat dan berkualitas pula.
    Berikut ini sedikit tips yang perlu diperhatikan dalam menghasilkan dan juga menggunakan bibit jamur tiram putih agar menghasilkan baglog yang berkualitas.

    Bibit yang baik berasal dari indukan yang baik pula
    Tips pertama ini artinya kita harus benar-benar memperhatikan kualitas indukan yang nantinya akan digunakan untuk membuat PDA. Memang dalam mencari indukan ini agak sulit dan sedikit untung-untungan juga, karena kita hanya mengandalkan kasat mata saja. Harapannya memang indukan yang dipilih dalam membuat PDA itu mengandung spora jamur yang banyak sehingga PDA yang dihasilkan bisa tebal dan bagus miseliumnya. Tentang pembuatan bibit PDA ini bisa dilihat pada posting kami Pembibitan F0.

    Pengalaman kami dalam membuat PDA, dari beberapa botol PDA, kami benar-benar memilih PDA yang memiliki miselium tebal, seperti pada contoh foto berikut ini.
    Miselium yang tebal pada PDA ini nantinya jika diturunkan, InsyaAlloh akan menghasilkan bibit F1 dengan kualitas baik. Dan tentu saja selanjutnya dari kualitas bibit F1 yang baik akan menghasilkan bibit F2 dengan kualitas baik pula.
    Pada foto berikut tampak miselium pada PDA sebelah kiri kurang kuat, ini berarti indukan yang dipilih kurang memiliki spora yang kuat, sedang yang sebelah kanan tampak miselia tebal dan banyak, jadi PDA dari botol sebelah kanan yang dipilih untuk diturunkan ke F1.


    Pastikan dan catat turunan dari bibit yang ada
    Sebelumnya mari kita samakan persepsi dahulu. PDA kami sebut dengan F0, selanjutnya turunan PDA yaitu F1, turunan F1 disebut F2.
    Untuk menghasilkan baglog jamur yang baik, seyogyanya maksimal turunan ada di F2, memang jika kualitas F2 cukup baik, masih boleh diturunkan menjadi bibit F3, tetapi tetap sebaiknya terakhir turunan untuk menghasilkan baglog adalah bibit F2.
    Mengenai pembuatan F1 dapat dilihat di posting kami tentang pembibitan F1.
    Tingkat kekuatan atau kerapatan miselium akan semakin menurun jika bibit diturunkan. Jadi pada PDA, tampak miselium yang merambat pada media agar sangat rapat dan halus.. ini hanya kasat mata saja, tetapi juga bisa diamati dengan menggunakan mikroskop. Selanjutnya jika diturunkan ke F1, tingkat kerapatan miselia akan berkurang, demikian seterusnya.

    Pada foto berikut ini sama-sama menggunakan media jagung, tetapi pada foto bagian kiri adalah F2, sedang yang kanan F1. Jika diamati dengan benar, akan tampak miselia pada F2 sedikit lebih kasar dari yang F1 yang teramati halus dan lebih lembut (lebih rapat).
    Yang sering jadi pertanyaan, apakah bisa bibit F1 langsung diturunkan ke baglog. Menurut pengalaman kami jawabannya bisa, tetapi karakter tumbuh jamur pada awal kecil-kecil, bergerombol dan tipis, jamur baru tumbuh normal setelah panen ke-2.

    Gunakan media yang baik pada F2
    Untuk membuat bibit F2 bisa menggunakan jagung, gabah, atau campuran gergajian. Dalam pengamatan kami, memang F2 yang menggunakan jagung perkembangan miselianya kuat, namun terkadang beresiko ketika di kumbung seringkali diganggu hama tikus. Tikus memakan bibit jagung yang terdapat pada baglog yang akhirnya menyebabkan baglog menjadi rusak. Bibit F2 yang menggunakan gabah dalam pengamatan kami kekuatan miselianya masih di bawah jagung, dan seringkali karena bentuknya lancip/tajam, beresiko menyebabkan plastik baglog menjadi lubang yang akhirnya memicu kontaminasi.
    Karena sebab-sebab tersebut, kebanyakan pebudidaya menggunakan media gergajian pada bibit F2 karena dirasa aman. Sebab kedua adalah, pada baglog media yang digunakan adalah media gergajian, jadi jika bibit F2 nya juga gergajian, maka lebih sesuai.
    Campuran F2 yang baik adalah menggunakan perband ingan jagung giling, bekatul, gergajian dengan 1:2:3. Ini adalah formula dengan nutrisi tinggi. Tingginya nutrisi ini akan teramati pada tebalnya warna putih miselia yang merambat. Kami sendiri untuk meyakinkan, terkadang menggunakan campuran konsentrat 1:2:1, walau resiko pembuatan cukup tinggi. Tetapi jika menggunakan autoclave dengan tekanan 2,5BAR selama 60 menit, InsyaALLAH tingkat kegagalan sangat rendah.
    Bagi kami, F2 yang baik juga harus padat, sehingga miselia yang terdapat dalam botol sangat rapat dan kuat, ini nantinya akan tampak jika diinokulasikan ke baglog, dalam 1botol F2 yang padat bisa menghasilkan 40baglog bahkan lebih. Baglog yang dihasilkanpun InsyaALLAH akan cepat membentuk miselia.
    Perhatikan waktu inokulasi yang tepat
    Waktu inokulasi bibit F2 ke baglog maksimal adalah 24 jam sejak dikeluarkan dari steamer. Suhu terbaik menurut pengalaman kami adalah di kisaran 38 derajat C atau masih agak hangat. Jika baglog sudah terlalu dingin saat diinokulasikan beresiko terhadap kegagalan.
    Lihat posting kami tentang inokulasi baglog.
    Perhatikan usia bibit F1 dan F2
    Bibit bisa dikatakan kadaluarsa atau kualitasnya berkurang jika sudah lebih dari 2 minggu sejak miselia mencapai 100% pada botol. Menurut pengalaman, usia maksimal adalah 1 minggu sejak miselia mencapai 100%, lebih dari itu kekuatan bibit sudah berkurang karena termakan oleh bibit itu sendiri. Menurut pengalaman kami, bibit dengan usia yang masih muda, baru mencapai 100% memiliki kekuatan yang baik untuk digunakan pada baglog. Bahkan jika pada botol, miselia masih mencapai 90%, itupun sudah bisa digunakan dan bibit ini memiliki kekuatan yang baik. Syaratnya jangan digunakan seluruhnya, gunakan hanya 50% dari isi botol, lalu tutup kembali dengan rapat dan disimpan. Ketika sisa bibit miselia sudah penuh, langsung habiskan. Cara ini dapat digunaka apabila kita ingin segera menggunakan walau bibit belum mencapai 100%.

    bibit sisa setelah miselium mencapai 100%

    Usia ini sangat penting untuk diperhatikan, dan juga bisa menjadi tips bagi Anda jika ingin membeli bibit jamur.

    Bibit F2 usia 3hari, 8hari, dan 15 hari


    Sebaiknya jika membeli bibit, jangan yang kondisi sudah penuh, karena kita tidak tahu sudah berapa lama miselia tersebut penuh. Lebih baik bagi kita jika harus membeli bibit, yang kondisi rata-rata 70% atau 80% saja.
    Kebersihan atau sterilnya ruang inokulasi
    Ini sangat penting, karena bisa jadi semua bibit sudah memiliki kualitas baik, tetapi karena ruang inokulasi kurang steril, malah bisa menyebabkan kegagalan. Karena itu baju yang kita gunakan pun sebaiknya baju khusus yang bersih, sebelum masuk ruang inokulasi, kita harus menyemprotkan tangan, kaki, baju kita dengan alkohol 70%. Dan dalam melakukan inokulasi, api pada bunzen juga harus diletakkan dekat dengan baglog untuk memastikan sterilisasinya.

    Sabtu, 30 Oktober 2010


    Kegagalan dalam budidaya jamur tiram

    Dalam pembuatan baglog jamur tiram, seringkali timbul yellow spot, green spot, gagal menumbuhkan miselium, perkembangan miselium lambat, baglog membusuk, dsb.


    Kegagalan ini sebenarnya disebabkan oleh berbagai macam faktor, memang faktor kegagalan ini harus juga diperhitungkan agar kita siap dalam mengantisipasinya.
    Seringkali faktor sterilisasi media dianggap sebagai satu-satunya sebab dalam kegagalan.

    Padahal proses sterilisasi media hanya merupakan salah satu penyebab saja. Dalam berbagai analisa rekan-rekan, literatur, pengalaman, faktor-faktor kegagalan ini dapat disebabkan berbagai macam sebab. Posting kali ini mencoba sedikit menganalisa sebab-sebab tersebut dan sedikit antisipasinya.
    Jika dari sahabat dan rekan-rekan memiliki pengalaman yang lain kami mohon kritik, saran, dan tentunya feedback nya agar juga menambahkan posting ini.

    Faktor dari serbuk kayu yang digunakan
    Media kayu adalah media utama dalam penumbuhan jamur ini. Jadi sangat penting untuk memperhatikan jenis serbuk kayu yang digunakan. Hendaknya untuk mempermudah budidaya, jenis kayu yang digunakan homogen atau tidak bercampur. Ini berpengaruh dalam lamanya waktu pengomposan dan juga tentunya perkembangan miselium. Untuk wilayah di pulau jawa, paling mudah menggunakan jenis kayu sengon laut. Pencampuran dengan jenis lainnya boleh dilakukan tetapi hendaknya 80% bersifat homogen.Seringkali kegagalan timbul karena pencampuran ini tidak terkontrol, apalagi tercampur dengan jenis kayu yang bergetah seperti kayu pinus, damar, cemara, dan sebagainya.
    Penting juga untuk memperhatikan apakah dari penggergajian kayu, serbuk gergaji tersebut terkena tumpahan oli atau tidak, karena sangat beresiko jika digunakan dalam budidaya

    Faktor PH
    Dalam pencampuran media baglog, tingkat PH dari serbuk gergaji harus diperhatikan dengan benar di kisaran 7. PH yang terlalu basa (poin 7 keatas hingga 8) akan menyebabkan kegagalan. Karena faktor PH ini lah, dalam budidaya diperlukan pengomposan. Metoda pengomposan dari masing-masing pebudidaya memang lain-lain, tapi tujuannya satu yaitu menurunkan PH serbuk gergajian. Metoda itu antara lain:
    • Setelah mencampur, dibiarkan semalam, lalu baru dimasukkan ke dalam kantong baglog
    • Dengan mencampurkan EM4 untuk mempercepat pengomposan
    • Mencampur serbuk gergajian dengan kapur lalu dibiarkan minimal 3 minggu untuk pengomposannya.

    Penting sekali untuk memeriksa kondisi PH ini sebelum dimasukkan ke dalam kantong. Pemeriksaan bisa dengan PH meter atau kertas lagmus. Ada pengalaman dari rekan-rekan, jika PH masih di kisaran 7,5 - 8, campuran diberi sedikit campuran air cuka.. lalu diperiksa kembali, setelah PH di sekitar 7, baru dimasukkan ke dalam kantong.
    Faktor AIR
    Dalam menambahkan kadar air, seringkali kita memang tidak memeriksa air yang digunakan. Ada yang menggunakan air sumur, air PDAM, atau malah air kali biasa. Kandungan kimia pada air tersebut terkadang tidak kita ketahui, jika terdapat kandungan yang mungkin saja bisa menggagalkan dalam proses budidaya, hal ini tentunya tidak kita inginkan. Cara sederhana untuk mengatasinya adalah, air yang akan kita gunakan hendaknya diendapkan dahulu, bisa juga dengan mencampurkan arang untuk menetralisir dan memurnikan air.

    Faktor campuran yang kurang baik
    Kadar dari campuran memang bermacam-macam dari masing-masing pembudidaya, tetapi rata-rata menggunakan nutrisi sekitar 10%-15%, ada yang maksimal hingga 20% dari berat gergajian. Nutrisi yang kami maksud di sini adalah perbandingan bekatul atau jagung.
    Pastikan bahan yang digunakan dalam campuran masih dalam kondisi segar dan baru, tentunya kualitasnya juga harus baik.
    Penting sekali untuk segera melakukan sterilisasi setelah campuran dimasukkan ke dalam kantong baglog. Karena setelah dimasukkan ke dalam plastik, akan timbul gas fermentasi yang dapat melambatkan tingkat kecepatan tumbuh miselium nantinya, atau bahkan menghentikannya sama sekali.
    Lihat posting tentang campuran baglog

    Faktor sterilisasi
    Nah.. faktor ini yang sering menjadi momok pada budidaya. Metodanya banyak sekali, ada yang menggunakan tong, ada yang menggunakan steamer beton, plat baja. Ada yang langsung dipanaskan, ada yang menggunakan boiler sebagai penghasil uap panasnya. Intinya cuma satu, bagaimana metoda yang digunakan tersebut dapat memanaskan media baglog hingga 100 derajat C dan mematikan semua bakteri yang ada. Sehingga baglog yang sudah steril tersebut dapat tumbuh miseliumnya setelah ditanamkan bibit di dalamnya.
    Air yang digunakan dalam memanaskan baglog juga sebaiknya harus selalu baru dan bersih.
    Faktor kesalahan dalam inokulasi
    Dalam melakukan inokulasi bibit jamur tiram putih, kondisi baglog setelah melalui proses sterlilisasi harus memiliki suhu yang pas..
    Suhu baglog yang masih terlalu panas dapat menyebabkan kegagalan, begitu juga sebaliknya, suhu yang sudah terlalu dingin juga dapat menimbulkan kegagalan.
    Suhu yang baik kira-kira di kisaran 35-38 derajat C (masih hangat sedikit, tapi tidak panas)
    Jangan pula misalnya sudah lebih dari 2 hari keluar dari steamer proses sterilisasi, baru dilakukan proses inokulasi, ini sudah terlalu dingin.
    Indikasi faktor inokulasi berhasil dapat dilihat seperti foto di bawah ini, walau hanya baru 3 hari, perkembangan miselium sudah terpantau dengan menyebarnya pengapasan.


    Faktor bibit jamur yang kurang baik
    Bibit jamur tiram putih sangat penting sekali dalam menentukan tingkat keberhasilan dalam budidaya jamur tiram putih. Kualitas bibit ini sangat menentukan keberhasilan. Jangan menggunakan bibit yang sudah terlalu tua. Itu sebabnya sebaiknya jika membeli bibit, janganlah yang kondisi sudah 100% miseliumnya, karena kita sendiri tidak tahu sudah berapa lama umur bibit itu sendiri. Bibit yang sudah terlalu tua (apalagi sudah tumbuh jamurnya) kurang baik untuk digunakan. Bibit yang berumur masih muda memiliki kekuatan yang lebih baik.
    Dalam membeli bibit sebaiknya dalam kondisi 70% atau 80% miseliumnya. Dan segera digunakan setelah miselium menyelimuti botol (100%). Jika masih tertunda penggunaannya, maksimal seminggu setelah miselium bibit mencapai 100% sudah harus digunakan.
    Dalam pembuatan bibit juga perlu diperhatikan dengan baik sejak dari proses di PDA. Jika perkembangan miselium di PDA sangat tebal dan bagus, InsyaAlloh selanjutnya jika diturunkan ke F1 dan F2 akan bagus terus. Contoh PDA yang bagus seperti pada foto botol sebelah kiri.


    Komposisi bibit
    Ada baiknya kita juga tahu komposisi nutrisi dari bibit yang akan kita gunakan. Komposisi nutrisi pada bibit jamur tiram menentukan kualitas kekuatan miselium dalam perkembangan di baglog nantinya. Indikasi sederhananya dapat terlihat pada warna putih miselium di botol bibit. Jika putihnya berwarna sangat putih, ini mengindikasikan nutrisi nya baik, tapi jika warna putihnya hanya semu saja, ini mengindikasikan nutrisi yang digunakan kurang.
    tampak foto miselium putihnya tebal
    walaupun masih kondisi 20%



    Faktor kebersihan ruang inkubasi
    Pada ruang inkubasi, faktor kebersihan, sirkulasi udara, kelembaban juga harus sangat diperhatikan. Bisa jadi semua faktor sudah terlewati dengan baik, dan perkembangan miselium juga baik, tetali karena ruang inkubasi kurang bersih, perkembangan miselium justruk menjadi lambat dan malah terhenti sama sekali. Ada baiknya ruang inkubasi secara rutin dilakukan sterilisasi dengan menyemprotkan formalin 2% sebelum diisi baglog, ini untuk meyakinkan bersih dan sterilnya ruang inkubasi itu sendiri.
    Mungkin masih ada beberapa faktor lagi yang terlewat bisa ditambahkan kemudian..

    Sunday, November 7, 2010

    Peluang Usaha Abon Jamur

    Satu lagi alternatif olahan berbahan dasar jamur tiram adalah Abon jamur tiram. Yaaa.. abon adalah jenis makanan yang digemari anak-anak sampai orang dewasa. Dengan cara pembuatan yang tidak terlalu sulit dan makanan ini cukup awet, tidak ada salahnya jika jenis olahan ini dijadikan salah satu peluang usaha. Selamat mencoba….

    PEMBUATAN ABON JAMUR TIRAM

    Bahan yang digunakan adalah :
    1. Jamur Tram 5 kg
    2. Kelapa tua berukuran sedang 7 butir
    3. gula merah 2 ons
    4. bawang merah 2 ons
    5. bawang putih 1 ons
    6. cabe merah 1/ons
    7. ketumbar 40 gram
    8. minyak goreng secukupnya.

    Peralatan yang digunakan dalam pembuatan abon cukup sederhana, yakni:
    1. kompor
    2. panci email
    3. wajan penggoreng
    4. alat pengepres
    5. timbangan
    6. cobek atau blender
    7. parutan,
    8. talenan
    9. nyiru
    10. baskom
    11. pisau
    12. pengaduk
    13. alat penutup kantung plastik

    Proses Pembuatan
    Tahapan dalam pembuatan abon adalah sebagai berikut:
    1. Jamur tiram direbus selama 10 menit.
    2. dinginkan dan potong tipis-tipis mengikuti alur lamela atau suwiri dengan
        tangan.
    3. bumbu dihaluskan dan ditumis hingga wangi, kemudian masukkan jamur   
        tiram yang telah disuwiri, dan tambahkan santan kental
    4. goreng campuran bahan tersebut hingga berwarna coklat tua
    5. tiriskan, dan dipres untuk mengeluarkan minyaknya lalu didinginkan
    6. abon siap dikemas

    Friday, October 15, 2010

    Geliat Usaha Jamur di Madiun

    Madiun merupakan salah satu daerah yang sangat berpotensi untuk mengembangkan berbagai jenis usaha. Mulai dari usaha pertanian, industri, perikanan dan sektor-sektor lain sangat membantu perkembangan perekonomian di wilayah kota dan kabupaten Madiun. Selain terkenal dengan bremnya, Madiun ternyata sangat potensial untuk mengembangkan bisnis-bisnis lainya seperti halnya bisnis jamur yang saat ini sudah mulai dikenal oleh masyarakat banyak.

    Budidaya jamur di Madiun mulai berkembang sekitar tahun 2002 silam. Dan hingga saat ini telah banyak pengusaha-pengusaha jamur yang mulai untuk melirik bisnis yang masih menjanjikan ini. Dan anehnya semakin banyak pengusaha-pengusaha baru yang bermunculan ternyata stok jamur untuk konsumen justru semakin kurang. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Selain memang rasanya yang enak dengan tekstur yang lembut, jamur juga mengandung banyak gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh dan terlebih lagi jamur bisa dijadikan makanan alternatif pengganti daging karena jamur hampir-hampir tidak mengandung kolesterol yang berbahaya bagi kesehatan.

    Selain usaha budi dayanya , sekarang telah banyak juga mulai bermunculan usaha kuliner jamur. Jamur disulap menjadi menu apa saja mau, mulai sate jamur, sop jamur, pepes jamur, bakso jamur, keripik jamur, krispi, nugget, abon dan juga kerupuk jamur. Sayangnya untuk daerah Madiun belum banyak jenis-jenis jamur yang dikembangkan. Selama ini masih terbatas pada jamur tiram, jamur kuping dan merang. Sebenarnya banyak sekali jenis jamur yang bisa dikembangkan yang sebenarnya sangat prospektif di antaranya adalah jamur, lingzhi, shiitake, kancing, oncom, alba dan lain sebagainya. 

    Sedikit tulisan ini semoga memberikan motivasi untuk lebih giat mengembangkan jejamuran di Madiun.

    Saturday, October 2, 2010

    Bisnis Jamur Yang Prospektif

    Di saat sekarang banyak orang menyadari akan pentingnya kesehatan. Timbulnya berbagai macam penyakit akhir-akhir ini terjadi akibat pola makan yang tidak sehat dan banyak beredar makanan-makanan instan yang cepat saji di mana biasanya mengandung zat-zat pengawet dan pewarna yang apabila dikonsumsi secara terus menerus zat-zat tersebut akan menumpuk dalam tubuh dan menjadi residu yang bisa menimbulkan penyakit seperti halnya penyakit jantung, Diabetes Melitus, kanker dan lain-lain. Selain zat-zat tersebut di atas, penggunaan pupuk an-organik dan pestisida yang berlebihan juga bisa berakibat timbulnya gangguan kesehatan.

    Dengan alasan ini masyarakat mulai beralih mengkonsumsi makanan yang sehat, bergizi, dan alami (organik). Salah satu alternatif makanan sehat adalah jamur. Selain enak, gurih, bergizi dan aman, jamur bisa menjadi alternatif pengganti daging. Ada beberapa macam jamur yang dapat dibudidayakan antara lain jamur ; tiram, kuping, shiitake, oncom, merang, dan masih banyak lagi jenis-jenis jamur yang saat ini banyak dibudidayakan masyarakat. Pada umumnya masyarakat dapat menikmati kelezatan jamur yang diperoleh dari alam yang tumbuh secara liar di alam. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akhirnya jamur dapat dikembangkan dan dibudidayakan. Selain sebagai konsumsi biasa, jamur ternyata juga berkhasiat untuk kesehatan terutama untuk obat herbal. Salah satu jamur yang berkhasiat tinggi adalah Ling Zhi yang dijuluki sebagai raja herbal seribu khasiat.

    Prospek Budi Daya Jamur